Tenses

0
08.03.00

1. The Simple Present Tense
A. Rumus
  • Bentuk Nominal (To Be)
I/You/We/They  +  To Be (Am, Are)  +  Complement
He/She/It  +  To Be (Is) +  Complement

  • Bentuk Verbal ( To Do)
He/She/It  + Verb1  +  s/es  + Object/Adverb
They/We/You  +  Verb1  +  Object/Adverb

B. Penggunaan
  • Digunakan untuk menyatakan suatu perbuatan atau peristiwa yang dilakukan secara berulang-ulang.
She always comes on time. ( Dia selalu datang tepat waktu)
Does he often come here with his mother? (apakah dia selalu datang kesini dengan ibunya?)

  • Digunakan untuk menyatakan suatu kebenaran umum.
The sun rises in the east and sets in the west. ( Matahari terbit di timur dan terbenam di barat)

  • Dipergunakan untuk menyatakan suatu perintah atau permintaan kepada orang kedua atau lawan bicara
Please, sit down John (Tolong, duduk John)
She wish me to visit her ( Dia berharapaku mengunjungi nya)

2. The Simple Past Tense
A. Rumus
  • Bentuk Nominal (To Be)
He/She/It  +  To Be (Was) +  Complement
We/Ther/You  +  To Be (Were) +  Complement

  • Bentuk Verbal ( To Do)
I/You/We/They/He/She/It  +  Verb2  +  Object/Adverb

B. Penggunaan
  • Digunakan untuk menunjukkan suatu peristiwa atau perbuatan yang terjadi atau dilakukkan pada masa lampau yang disebutkan waktu kejadian secara jelas.
Did you call her last night? ( Apakah kamu meneleponnya kemarin malam? )
They wrote the letter yesterday (Mereka menulis surat nya kemarin )
  • Digunakan untuk menunjukkan peristiwa atau kejadian yang terjadi pada masa lampau yang diketahui atau dinyatakan melalui pertanyaan tentang waktu kejadiannya.
What time did your father arrive? ( Jam berapa ayahmu tiba? )
  • Digunakan untuk menyatakan suatu perbuatan atau peristiwa yang sudah jelas terjadi atau dilakukan pada masa lampau tetapi tidak disebutkan secara pasti waktu kejadian tersebut.
My father bought the car from his friend (Ayahku membeli mobil itu dari temannya)

3. Present Continuous Tense
A. Rumus
I  +  Am  +  Verb 1-ing  +  Object/Adverb
He/She/It  +  Is  +  Verb 1-ing  +  Object/Adverb
We/They/You  +  Are  +  Verb 1-ing  +  Object/Adverb

B. Penggunaan
  • Digunakan untuk menyatakan peristiwa atau perbuatan yang sedang berlangsung pada saat bicara.
My sister is studying right now (Saudara perempuan saya sedang belajar saat ini)
  • Digunakan untuk menyatakan suatu peristiwa atau perbuatan yang terjadi atau dilakukan pada masa sekarang, tapi tidak harus terjadi atau berlangsung pada saat bicara.
My mother is writing a novel (Ibu saya sedang menulis novel)
  • Digunakan untuk menyatakan suatu rencana yang sudah pasti dilakukan dalam waktu dekat.
We are visiting him tonight (Kami akan mengunjungi nya malam ini)

4. Past Continuous Tense
A. Rumus
  • Bentuk Verbal (To Do)
He/She/It  +  was  +  Verb 1-ing  +  Object/Adverb
They/We/You  +  were  +  Verb 1-ing  +  Object/Adverb

B. Penggunaan
  • Digunakan untuk menyatakan peristiwa-peristiwa atau perbuatan masa lampau.
They were talking about that problem when i arrived there ( Mereka sedang membicarakan tentang masalah itu ketika saya tiba di sana)
  • Digunakan untuk menyatakan peristiwa yang terjadi secara berurutan pada masa lampau.
While we were studying, my father come home ( Ketika kami sedang belajar, ayah ku pulang kerumah)
  • Dalam bentuk pertanyaan.
What were you doing before you came here ? ( Apa yang kamu lakukan sebelum tiba ke sini ? )

Continue reading →

Tugas 1 Sistem Informasi Perbankan

0
18.02.00
1.Sebutkan Jenis jenis usaha Bank

(1) Usaha Bank Umum dan BPR

  • Usaha Bank Umum Konvensional menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa giro,deposito berjangka, serta sertifikat deposito, tabungan, dan atau bentu lainnya yang dipersamakan dengan itu
  • Memberikan kredit
  • Menerbitkan surat pengakuan hutang, berjangka pendek dan berjangka panjang berupa obligasi atau sekuritas kredit
  • Membeli, menjual atau menjamin atas risiko sendiri maupun untuk kepentingan dan atauperintah nasabahnya
 (2) Usaha Bank Umum Prinsip Syariah
       
1. Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan yang meliputi :
  • giro berdasarkan prinsip wadi’ah 
  • tabungan berdasarkan prinsip wadi’ah atau mudharabah 
  • deposito berjangka berdasarkan prinsip mudharabah, atau
  • bentuk lain berdasarkan prinsip wadi’ah atau mudharabah. 
2. Melakukan penyaluran dana melalui :
  • transaksi jual beli berdasarkan prinsip murabahah, istishna, ijarah, salam, dan jual beli lainnya.
  • pembiayaan bagi hasil berdasarkan prinsip mudharabah, musyarakah, dan bagi hasil lainnya.
  • pembiayaan lainnya berdasarkan prinsip hiwalah, rahn, qardh, membeli, menjual dan/ atau menjamin atas risiko sendiri surat‐surat berharga pihak ketiga yang diterbitkan atas dasar transaksi nyata
3. Memberikan jasa‐jasa : 
  • memindahkan uang untuk kepentingan sendiri dan/atau nasabah berdasarkan prinsip wakalah.
  • pembayaran tagihan atas surat berharga yang diterbitkan dan melakukan perhitungan dengan atau antarpihak ketiga berdasarkan prinsip wakalah.
  • menyediakan tempat untuk menyimpan barang dan surat ‐surat berharga berdasarkan prinsip wadi’ah yad amanah. 
(3) Usaha BPR Konvensional
  • Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa deposito berjangka, tabungan, dan atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu
  • Memberikan kredit 
  • Menempatkan dananya dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito berjangka dan atau tabungan pada bank lain

(4) Usaha BPR Syariah
  • Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk wadi’ah atau mudharabah
  •  Menyalurkan dana
  • Melakukan kegiatan lain yang tidak bertentangan dengan Undang-Undang Perbankan dan prinsip syariah
2. Sebutkan kelebihan dan kelemahan E-Banking

Kelebihan E-Banking
1. Menghemat waktu dalam melakukan tranksaksi
2. Dapat melakukan tranksaksi dimana dan kapan saja
3. Tidak perlu antri di Bank maupun Atm
4. Tinggal Klik dan selesai melakukan tranksaksi
5. Banyak bonusnya menggunakan E- Banking
6. Tidak perlu Bayar parkir, bagi yang menggunakan kendaraan.


Kelemahan E-Banking
1. Sering Terjadi Gagal Tranksaksi dikarenakan Internet yang kurang stabil
2. Rawan Pembobolan dikarenakan nasabah tidak menyimpan Pin akses dengan
    baik
3. Target dari beberapa orang – orang yang tidak bertanggung jawab, seperti
     cyber crime dan Hacker


3. Sebutkan kelebihan dan kelemahan M-Banking

Kelebihan M-Banking 
1. Mudah digunakan
2. Menghemat waktu
3. Lebih fleksibel

Kekurangan M-Banking
1. Bergantung pada pulsa dan jaringan
2. Rawan kejahatan bila kurang hati-hati 
3. Tidak bisa melakukan penarikan tunai


4. Contoh kasus pencurian di Bank / ATM


Kejahatan pencurian dengan cara pembobolan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) saat ini tidak dilakukan seorang diri, melainkan melibatkan orang lain atau bersama-sama, dalam menjalankan aksinya para pelaku ini bisa melibatkan banyak orang dengan kasus sekala nasional maupun internasional. Faktor yang menjadi penghambat pada saat melakukan penanggulangan pencurian dengan cara pembobolan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) salah satunya adalah keterbatasan oprasional dalam melaksanakan penyidikan. Penulis sependapat dengan para responden yaitu sarana dan fasilitas akan menjadi sangat penting dalam melakukan tugas dari kepolisian apalagi ditambah dengan kondisi yang memang sepi dari keramaian.Bahaya pencurian dengan cara pembobolan Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Dengan kondisi wilayah yang memiliki banyak titik rawan terutama didaerah yang susah untuk dijangkau pihak kepolisian itu akan membuat para pelaku kejahatan tidak segan untuk melakukan pencurian dengan cara pembobolan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dengan kasus yang sering terjadi adalah pembobolan. Seperti kasus yang dialami pihak Bank Rakyat Indonesia (BRI) para korban melakukan pembobolan dengan mencongkel mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dengan menggunakan obeng dan tang, kurangnya pengamanan di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Hal tersebut akan mempermudah para pelaku pencuri untuk melakukan aksinya, jadi memang butuh pengawasan dan kesadaran dari masyarakat kesadaran untuk melindungi lingkungan sekitarnya.


5. Contoh kasus perhitungan bunga harian bulanan dan tahunan

Soal 

Jawaban 





Continue reading →

Audit Teknologi Sistem Informasi Pada Lingkungan Personal

0
20.45.00
Teknologi Sistem Informasi (TSI) adalah suatu sistem pengolahan data keuangan dan pelayanan jasa perbankan secara elektronis dengan menggunakan sarana komputer, telekomunikasi, dan sarana elektronis lainnya.

Audit system informasi merupakan proses mengumpulkan dan mengevaluasi fakta/temuan/evidence untuk menentukan apakah suatu sistem komputer dapat mengamankan aset, memelihara integritas data, dapat mendorong pencapaian tujuan organisasi secara efektif dan menggunakan sumberdaya secara efisien.

Audit merupakan proses yang sistematis dalam memperoleh dan mengevaluasi bukti-bukti, guna memberikan asersi dan menilai seberapa jauh tindakan ekonomi sudah sesuai dengan kriteria berlaku, dan mengkomunikasikan hasilnya kepada pihak terkait. Berdasarkan pengertian tersebut, audit system informasi disini tidak hanya menekankan pada judulnya saja yaitu audit system informasi yang berarti mengaudit system informasinya saja namun segala aspek yang berhubungan dengan pemakaian system informasi tersebut pada siklus bisnis sebuah entitas.

Tujuan audit sistem informasi adalah untuk meninjau dan mengevaluasi pengendalian internal yang melindungi sistem tersebut. Tujuan audit ini berkaitan dengan komponen dari sistem informasi, dimana tujuan tersebut adalah:
·                     Perlengkapan keamanan melindungi perlengkapan komputer, program, komunikasi, dan data dari akses yang tidak sah, modifikasi atau penghancuran.
·                     Pengembangan dan perolehan program dilaksanakan sesuai dengan otorisasi khusus dan umum dari pihak manajemen
·                     Modifikasi program dilaksanakan dengan otorisasi dan persetujuan dari pihak manajemen
·                     Pemrosesan transaksi, file laporan dan catatan komputer lainnya telah akurat dan lengkap.
·                     Data sumber yang tidak akurat atau yang tidak memiliki otorisasi yang tepat diidentifikasi dan ditangani sesuai dengan kebijakan manajerial yang telah ditetapkan.
·                     File data komputer telah akurat, lengkap dan dijaga kerahasiaannya.
Personal Information System merupakan sistem yang memungkinkan seseorang mengumpulkan, mengatur, menyimpan, dan mengambil gagasan dan informasi yang berguna bagi individu. Personal information system mendukung terlaksananya fungsi Human Resoursces yang lain, bertanggung jawab terhadap employee Database, Payroll dan pembayaran benefit lainnya, pinjaman karyawan, absensi, dan pencatatan cuti tahunan.

Objek Garapan :
Manajemen Personalia Pada Perusahaan
·                                 Aktifitas
·                                             Perencanaan SDM
·                                             Koordinasi SDM
·                                             Pengendalian SDM
·                     Sistim Informasi
·                                             Rekruting
·                                             Pelatihan
·                                             Kompensasi
·                     Fungsi manajemen personalia adalah fungsi yang bersifat desentralisasi
·                     Divisi personalia -> Manpower Planning
·                                             kebutuhan Tenaga Kerja:
·                                                                     Keterampilan
·                                                                     Tingkat Pendidikan
·                                                                     Pengalaman
·                     Eksekutif personalia bertanggung jawab atas pengelolaan berbagai fungsi staf personalia.
·                     Rencana tenaga kerja merupakan dasar yang dapat dijadikan basis perencanaan dan pengendalian berbagai kegiatan tenaga kerja serta pendidikan dan pelatihan.
·                     Informasi yang dibutuhkan oleh eksekutif puncak personalia :
                                             Informasi kuantitatif
·                                                                     Jumlah Karyawan dengan perincian tertentu
·                                                                     Jam kerja
·                                                                     Efisiensi tenaga kerja dll
                                            Informasi kualitatif
·                                                                     Moral karyawan
·                                                                     Motivasi
·                                                                     Kemampuan inovasi.
·                     Contoh-Contoh Kegiatan Personalia Dalam Berbagai Bidang.
·                     Divisi Pendidikan & Pelatihan Kegiatan.
Pengembangan keterampilan karyawanYang perlu diperhatikan :
·                                             Perencanaan dan pengaturan program pelatihan
·                                             Pengembangan bahan-bahan pelatihan Pemilihan peserta, traning, lokasi pelatihan
·                                             Evaluasi hasil-hasil pelatihan
·                     Divisi Tenaga Kerja
·                                             Pengembangan spesifikasi tugas, rekruitment karyawan (test & wawancara), pengelolaan arsip pelamar kerja.
·                                             Informasi yang dibutuhkan :
·                                                                     Informasi Internal (kebutuhan TK)
·                                                                     Informasi Eksternal (sumber TK)
·                     Divisi Kesejateraan dan Keselamatan Kerja
·                                             Bertanggungjawab atas kesehatan dan terpenuhinya standar keamanan kerja dalam perusahaan.
·                                             Kesehatan :
·                                                                     Catatan Medis
·                                                                     Pengujian fisik
·                                                                     Layanan kesehatan, dll.
·                     Peran Pimpinan Unit dalam Fungsi Personalia
·                                             Memotivasi Karyawan
·                                             Pemberdayaan Karyawan
·                                             Informasi yang dibutuhkan : produktifitas, motivasi, dan  tingkat absensi yang terjadi.
·                     Informasi Untuk Fungsi Personalia
·                                             Sistem Informasi AkuntansI
·                                             Gaji & Upah
·                     Jajaran departemen personalia atau sumberdaya manusia.
·                                             File data Personalia.
·                     Dua input penting yang digunakan dalam penyusunan informasi gaji dan upah .
·                                             Kartu jam kerja pabrik
·                                             Kartu absensi karyawa
·                                             Kartu Jam Kerja Pabrik, Adalah kartu yang digunakan untuk mencatat distribusi  jam kerja yang dijalani oleh masing-masing karyawan pabrik.
·                     Informasi dari jajaran personalia.
File data personalia :
·                                                                     memuat catatan lengkap mengenai setiap karyawan perusahaan.
·                                                                     Karakteristik fisik karyawan
·                                                                     Informasi gaji dasar
·                                                                     Evaluasi kuantitatif dan kualitatif pengalamannya dimasa lalu
·                                                                     Keterangan kesehatan dan riwayat medis karyawan
·                                                                     Hasil berbagai tes mengenai kemampuan dan sikap dan lain-lainnya.
                     File data  tersebut dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan :
·                                             Penempatan pada posisi tertentu
·                                             Kenaikan pangkat dan jabatan
·                                             Penetapan program pelatihan yang diperlukan
                    Informasi lain yang dikembangkan oleh jajaaran personalia antara lain adalah:
·                                             Spesifikasi kerja yang merinci program pelatihan dan pengalaman yang diperlukan untuk  menjelaskan setiap pekerjaan dalam organisasi
·                                             Statistik keamanan dan kecelakaan kerja.
·                                             Prakiraan kebutuhan tenaga kerja menurut kategori pekerjaan dalam organisasi dan
·                                             Catatan stastistik mengenai program pelatihan, layanan kesehatan lembaga kredit karyawan serta layanan lainnya untuk karayawan.

Referensi :
·                     http://adefauzisiregar.blogspot.co.id/2018/
·                     http://whosisyourdady.blogspot.co.id/


Continue reading →